Pengertian wirelees security
Wireless
keamanan adalah pencegahan akses yang tidak sah atau kerusakan pada komputer
yang menggunakan wireless jaringan. Jenis yang paling umum dari keamanan
nirkabel Wired Equivalent Privacy (WEP) dan Wi-Fi Protected Access (WPA). WEP
adalah standar keamanan yang terkenal lemah. Password menggunakan sering dapat
retak dalam beberapa menit dengan komputer laptop dasar dan perangkat lunak
tersedia secara luas. WEP adalah IEEE 802.11 standar lama dari tahun 1999 yang
usang pada tahun 2003 oleh WPA atau Wi-Fi Protected Access. WPA adalah
alternatif yang cepat untuk meningkatkan keamanan di WEP. Standar saat ini
adalah WPA2, beberapa hardware tidak dapat mendukung WPA2 tanpa upgrade
firmware atau penggantian. WPA2 menggunakan perangkat enkripsi yang
mengenkripsi jaringan dengan 256 bit kunci, panjang kunci lagi meningkatkan
keamanan di WEP.
Wireless Security
Jaringan
wireless adalah jaringan dengan topologi terbuka sehingga memungkinkan user
manapun untuk dapat mengakses jaringan tersebut. Teknologi wireless network
(jaringan tanpa kabel / nirkabel) pun saat ini sudah sangat berkembang dengan
pesat, terutama dengan hadirnya perangkat teknologi informasi dan komunikasi
portable yang sudah sangat pintar dan praktis untuk dibawa kemana-mana.
Portable PC (laptop / netbook), tablet PC, smartphone, dan juga
perangkat-perangkat canggih lainnya merupakan contoh-contoh peripheral praktis
yang dapat digunakan untuk mengakses jaringan network. Selain itu, kemudahan
seseorang untuk dapat mengakses jaringan wireless di tempat-tempat umum juga
menjadi alasan kuat yang menjadikan jaringan wireless (wi-fi / hotspot) banyak
digemari.
Karena sifat
jaringan wireless yang terbuka, dapat memungkinkan jaringan tersebut terkena
serangan hacker. Hal ini tentu harus dijadikan perhatian untuk para admin
jaringan wireless. Perlu adanya keamanan jaringan wireless untuk
dapat menghindari serangan keamanan.
Dalam
kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sedikit informasi mengenai beberapa
sistem keamanan jaringan wireless yang dapat diterapkan pada jaringan hostpot
di tempat-tempat umum. Sistem keamanan jaringan tanpa kabel (wireless security)
yang ada saat ini antara lain :
- WEP (WIRED EQUIVALENT PRIVACY)
WEP merupakan
standar keamanan dan enkripsi pertama yang digunakan pada wireless. WEP disebut
juga dengan nama Shared Key Authentication. Enkripsi WEP menggunakan kunci yang
dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus
cocok antara kunci yang diinputkan pada access point dengan yang diinputkan
pada client. Standarisasi untuk WEP adalah dari IEEE 802.11b.
WEP terdiri dari dua tingkatan,
yakni kunci 64-bit, dan 128-bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64-bit
hanya 40 bit, sedangkan untuk 24-bit sisanya merupakan Initialization Vector
(IV). Demikian juga pada kunci WEP 128-bit, kunci rahasia hanya terdiri dari
104-bit.
Proses kerja
Shared Key Authentication / cara kerja dari WEP adalah sebagai berikut :
a)
Client
meminta asosiasi ke access point, langkah ini sama seperti Open System
Authentication.
b)
Access
point mengirimkan text challenge ke client secara transparan.
c)
Client
akan memberikan respon dengan mengenkripsi text challenge dengan menggunakan
kunci WEP dan mengirimkan kembali ke access point.
Access point
memberi respon atas tanggapan client, akses point akan melakukan decrypt
terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi bahwa text
challenge dienkripsi dengan menggunakan WEP key yang sesuai. Pada proses ini,
access point akan menentukan apakah client sudah memberikan kunci WEP yang
sesuai atau belum. Apabila kunci WEP yang diberikan oleh client sudah benar,
maka access point akan merespon positif dan langsung meng-authentikasi client.
Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah, maka access point
akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi.
Sebagai sistem keamanan jaringan wireless, WEP tidaklah sempurna. WEP memiliki sisi kelemahan antara lain :
a. Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
b. WEP menggunakan kunci yang bersifat statis.
c. Masalah Initialization Vector (IV) WEP.
d. Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32).
e .WPA (WI-FI PROTECTED ACCESS)
Dari kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh sistem WEP, maka
munculah sebuah sistem keamanan pengganti yang dinamakan dengan WPA. WPA
dikatakan sebagai penutup celah yang dimiliki oleh WEP, jadi WPA merupakan
enkripsi yang kuat. Ada dua jenis WPA yang dapat digunakan yaitu WPA-PSK dan
WPA-Radius. Namun saat ini WPA pun sudah dapat diserang dengan menggunakan
CoWPAtty (khusus untuk WPA-PSK) dan juga dapat diserang dengan Brute Force
Attack.
- MAC FILTERING
Dalam usaha
mengamankan jaringan wireless, penggunaan MAC Filtering cukup baik dan
bermanfaat untuk dijadikan sistem keamanan jaringan wireless. Utility ini sudah
tersedia di Access Point jenis apapun. Cara kerja MAC filtering adalah dengan
memfilter MAC address mana saja yang dapat mengakses suatu jaringan wireless.
Jadi, penggunaan bandwidth pada Wi-Fi pun dapat dibatasi karena tidak semua MAC
address PC dapat mengakses.
Sebaik apapun
sebuah sistem keamanan jaringan wireless, tetap saja ada kelemahannya. Salah
satu kelemahan dari MAC filtering adalah dimana alamat MAC (MAC address) sebuah
PC dapat dimanipulasi (untuk melihat informasi mengenai MAC address dan cara
manipulasinya, klik disini [link to mac address]). MAC address sebuah PC juga
dapat diketahui oleh user lain dengan menggunakan aplikasi kismet. Jadi, ketika
seseorang ingin mengakses sebuah jaringan wireless tetapi tidak terdaftar
sebagai pemilik MAC address yang berhak mengakses, maka orang tersebut dapat
melakukan spoofing untuk menggunakan MAC address user lain yang memiliki hak
untuk mengakses jaringan wireless tersebut. Kemudahan tersebut juga didukung
dengan fakta bahwa ketika MAC address beberapa client sama, tidak akan terjadi
conflict address. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder
yang masih belum jago-jago banget.
- CAPTIVE PORTAL
Infrastruktur
Captive Portal awalnya didesign untuk keperluan komunitas yang memungkinkan
semua orang dapat terhubung (open network). Captive portal sebenarnya merupakan
mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik
sampai user melakukan registrasi / otentikasi. Berikut cara kerja captive
portal :
- User
dengan wireless client diizinkan untuk terhubung wireless untuk
mendapatkan IP address (DHCP).
- Block
semua trafik kecuali yang menuju ke captive portal(registrasi / otentikasi
berbasis web) yang terletak pada jaringan kabel.
- Redirect
atau belokkan semua trafik web ke captive portal.
- Setelah
user melakukan registrasi atau login, client dapat mengakses jaringan
(internet).
Selain
utility yang disampaikan di atas, alternatif lain untuk dapat membuat
pengamanan terhadap jaringan wireless adalah sebagai berikut :
a)
Mengganti
Default Password Administrator
Vendor-vendor
access point biasanya menggunakan password yang sama untuk semua produk mereka.
Karena untuk mengkonfigurasi access point cukup mudah (hanya berbasis web),
default password tersebut (umumnya sudah diketahui oleh para hacker) nantinya
dapat digunakan untuk merubah setting access point.
b)
Disable
SSID Broadcast
Service Set
Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network. Secara default, SSID dari
access point akan di broadcast. Hal ini akan membuat user (hacker) mudah untuk
menemukan network tersebut karena SSID akan muncul dalam daftar available
networks yang ada pada wireless client (pada windows seven, terletak di icon
wireless network di pojok kanan bawah taskbar). Jika SSID dimatikan, user harus
mengetahui lebih dahulu SSID-nya agar dapat terkoneksi dengan network.
c)
Matikan
Access Point Saat Idle
Mematikan
access point saat idle (tidak dipakai / menganggur) kelihatannya sangat simpel,
tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika mempunyai user
yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk
menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi hacker
untuk melaksanakan niat jahatnya.
Menggunakan Frekuensi yang Berbeda, Salah satu cara untuk
bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih
populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekuensi
yang berbeda (yaitu di frekuensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada
teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tersebut.
Jadi
kesimpulannya, teknologi wireless adalah teknologi yang dapat dimanfaatkan
untuk aplikasi teknologi informasi yang berbasis jaringan yang memiliki sifat
mobile. Oleh karena itu portabilitas dan fleksibilitas adalah kunggulan utama
dalam pemakaian teknologi wireless.
Kesimpulan
- Keamanan antara wireless access point dan
perangkat terkait yang disediakan baik melalui MAC filtering atau
penggunaan kunci preshared (PSK) atau enkripsi.
- Metode untuk mengakses wireless access
point termasuk langsung menghubungkan ke WAP dan sniffing traffic antara
access point dan perangkat terkait.
- rogue access point is one that is not
authorized for operation on a network.
- Dalam teknik pemindaian aktif, scanner
menyiarkan pesan penyelidikan (probe message) dan menunggu respon
perangkat dari dalam jangkauan.
- Teknik scanning pasif mendeteksi semua
koneksi WAP aktif tetapi mungkin tidak menemukan WAP yang saat ini tidak
melayani perangkat apapun.
Referensi
:
http://verianrf.blogspot.com/2014/03/pengertian-wireless-security.html?m=1
http://yadicucuklauk.blogspot.com/2012/03/wireless-security.html?m=1
https://miqbal.staff.telkomuniversity.ac.id/wireless-security/

0 Komentar